Green building di Indonesia memberikan keuntungan tersendiri. Baik itu terhadap lingkungan maupun penghuninya. Hal ini tidak lain karena konsep bangunan tersebut memiliki sejumlah kelebihan.
Namun dibalik kelebihan yang dimiliki, konsep bangunan ini juga memiliki kekurangan tersendiri. Agar lebih mengenalnya, tentu perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan tersebut.
Kelebihan Green Building di Indonesia
Pembahasan pertama, kita akan mengulas seputar kelebihannya terlebih dahulu. Adapun beberapa keunggulan bangunan hijau ialah sebagai berikut.
Ramah Lingkungan
Salah satu kelebihannya yaitu bangunan hijau senantiasa ramah lingkungan. Hal ini karena bangunan hijau memanfaatkan material yang bisa didaur ulang. Karena hal itu, pendirian bangunannya tidak akan berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
Berkelanjutan
Bukan hanya ramah lingkungan, konsep bangunan hijau juga senantiasa berkelanjutan. Hal ini karena bangunan hijau memiliki efisiensi air dan energi. Maka dari itu, terasa sayang jika tidak memanfaatkan konsep bangunan yang satu ini.
Meningkatkan Kualitas Udara
Kelebihan lainnya yaitu konsep bangunan ini bisa meningkatkan kualitas udara. Oleh karena itu, hawa udara yang ada di sekitar bangunan jadi terasa lebih sejuk dan menyegarkan. Tak mengherankan karena lingkungan sekitar tetap bisa terjaga dengan baik sehingga selalu asri.
Di sisi lain, kelebihan ini turut memperlihatkan bahwa konsep bangunan hijau tidak akan menyebabkan pemanasan global. Bahkan penerapannya bisa meminimalisir masalah tersebut.
Mengurangi Biaya Operasional
Kelebihan green building di Indonesia juga ada kaitannya dengan biaya operasional. Jika kita bandingkan dengan konsep bangunan lainnya, bangunan hijau ini memiliki biaya operasional yang lebih rendah. Hal ini memungkinkan siapa saja yang membangunnya jadi lebih hemat biaya.
Kekurangan Green Building
Setelah tahu apa saja kelebihannya, kini saatnya memahami kekurangan bangunan hijau di Indonesia. Langsung saja, berikut beberapa kelemahannya.
Keterbatasan Teknologi
Salah satu kekurangan dari penerapan bangunan hijau yaitu memiliki keterbatasan teknologi. Hal ini karena sejumlah teknologi dalam bangunan hijau masih berstatus pengembangan. Karena hal itu, teknologi tersebut belum bisa digunakan secara maksimal.
Biaya Lebih Tinggi
Sebenarnya konsep bangunan hijau menawarkan biaya operasional yang jauh lebih rendah. Akan tetapi, konstruksi maupun peralatan bangunan hijau memiliki harga lebih mahal jika kita bandingkan dengan jenis bangunan konvensional pada umumnya. Biaya tersebut pun seringkali jadi kendala bagi pemilik ataupun pengembang properti untuk menerapkan konsep bangunan hijau.
Terlebih lagi bagi pengembang yang memiliki anggaran terbatas. Pastinya berpikir berulang kali apabila mempertimbangkan soal biayanya.
Terlepas dari hal itu, green building di Indonesia memang sedang ramai dibicarakan. Bangunan ini terbukti ramah lingkungan dan berkelanjutan. Meski begitu, bangunan ini juga membutuhkan teknologi dan biaya tidak sedikit dalam proses pembangunannya. Hal ini bisa jadi pertimbangan apakah ingin ikut menerapkan konsep bangunan hijau atau tidak.
